Select Page

Saya mendapat pengalaman yang sangat menyenangkan ketika mendapat kesempatan menerjemahkan skenario film. Yang lebih menarik lagi karena setting film ini di Bali, tepatnya di daerah Kuta dan sekitarnya. Skenario ini dibuat oleh orang Prancis dan salah satu tokoh utamanya pun adalah orang Prancis yang sudah cukup lama tinggal di Bali. Tokoh utama satunya lagi orang Bali asli.

Setelah menerjemahkan beberapa halaman, saya merasa skenario ini awalnya ditulis dalam bahasa Prancis yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Atau,,, mungkin itu hanya perasaan saya saja. Tapi saya bukannya tanpa alasan menduga demikian. Di samping beberapa diksinya yang tampak kurang lazim dalam bahasa Inggris, juga ada beberapa kata bahasa Prancis yang tertinggal di sana.

Secara keseluruhan skenario ini sangat menarik dan cukup menguras emosi. Apalagi orang macam saya yang cukup baperan. Atau mungkin saya yang terlalu menjiwai larut dalam cerita sehingga saya merasa tokoh-tokoh dalam skenario itu begitu nyata. Tokoh utama yang orang Bali adalah seorang nelayan yang mempunyai perahu sendiri dan sering menjual ikan hasil tangkapannya di pasar Kedonganan.

Nah, ketika suatu hari saya pergi ke Kedonganan lalu melihat ada banyak perahu nelayan di pantai sana, yang terbayang adalah si tokoh dalam skenario itu.  Dan, ketika saya masuk ke dalam pasar untuk membeli ikan, terbayang juga wajah si tokoh. Apa yang saya baca di skenario itu situasinya persis sama dengan situasi di Kedonganan.

Saya juga sangat menikmati proses penerjemahan ini karena ceritanya yang menarik. Keasyikan yang ditimbulkan tidak kalah dengan keasyikan menerjemahkan novel. Layaknya orang baperan, ketika ada adegan  sedih, si penerjemah ikut berlinang air mata. Ketika ada adegan gembira, si penerjemah ikut senyum-senyum. Ketika ada adegan lucu, si penerjemah pun ikut ngakak. Begitulah….

Dan, yang lebih menggembirakan lagi, ketika terjemahan ini sudah selesai lalu saya kirim kepada agensi pemberi kerja, kemudian mendapat email balasan yang bikin hati senang, si penerjemah pun tersenyum lebar penuh kelegaan. Apa lagi yang membuat senang penerjemah selain kepuasan klien akan hasil terjemahannya? 😀

Seperti biasa, saya pun minta dikirimi hasil editan mereka untuk saya pelajari di bagian mana kekurangan saya.

 

 

Baperan.Menjiwai.