TERJEMAHAN BROSUR HOTEL

Belakangan ini saya lebih banyak mengerjakan terjemahan non novel/buku, salah satunya adalan brosur hotel. Menerjemahkan brosur hotel memiliki tantangan tersendiri. Banyak kosakata serta frasa-frasa  baru yang saya temui di brosur ini. Inilah menariknya. Untuk itu saya harus banyak melakukan riset untuk menemukan padanan yang paling pas dan berterima. Proses ini sungguh memberikan keasyikan tersendiri.

Harus diakui, seringkali kita susah menemukan padanan yang tepat untuk sebuah kata yang sudah begitu populer di masyarakat.  Misalnya kata “wellness“. Apa terjemahan yang paling tepat untuk wellness?  Terjemahan untuk kata ini cukup panjang dan tentu tidak akan efektif untuk sebuah brosur. Lain halnya kalau kata ini ada di sebuah artikel atau karya tulis. Kita bisa saja memberi catatan kaki.

Frasa lain yang membuat saya berpikir cukup keras adalah Living Food yang memang belum ada padanan resminya. Masih ada beberapa kata atau frasa yang kalau diterjemahkan akan panjang sekali. Misalnya Boutique Hotel. Saya lalu berdiskusi dengan editor untuk memecahkan masalah ini. Setelah berdiskusi cukup panjang via WA, kami pun sepakat untuk membiarkan beberapa kata/frasa tersebut sesuai aslinya alias tidak usah diterjemahkan.

Pertimbangan kami adalah, kalau kata/frasa tersebut dipaksakan untuk diterjemahkan, hal itu akan berpotensi membuat bingung si pembaca brosur. Sebab brosur yang baik harus enak dibaca dan bisa dimengerti dengan mudah oleh khalayak pembaca. Kalau kata-kata dalam brosur terlalu nyelimet dan membingungkan, bagaimana mungkin pesannya bisa sampai?

Sedapat mungkin saya memang selalu berusaha berkomunikasi dengan editor selama proses penerjemahan. Maksud saya adalah, agar dalam proses penyuntingan nanti, pekerjaan editor tidak terlalu berat. Kalau memungkinkan, biasanya saya juga minta dikirimi kembali terjemahan yang sudah diedit oleh editor. Tujuannya, supaya saya bisa belajar dan melihat bagian mana yang diedit sebagai pembelajaran bagi saya.

Menerjemahkan brosur hotel ternyata seru juga. 😀

Dan, yang paling melegakan adalah ketika pihak pemberi kerja sangat senang dengan hasil terjemahan saya, di situ saya merasa bahagia. Hal itu makin memotivasi saya untuk menghasilkan terjemahan yang lebih baik dan lebih baik lagi ke depannya.