Lama tak sempat menengok blog ini karena beberapa kesibukan yang tidak bisa ditunda. Kangen juga ngeblog lagi. Saya baru sembuh dari flu yang syukurnya tidak parah seperti dua tahun lalu. Kali ini saya hanya flu satu hari satu malam, tapi itu cukup mengganggu aktivitas saya. Walaupun demikian saya tetap bersyukur dan merasa Tuhan begitu berbaik hati memberikan saya flu tepat setelah semua deadline terpenuhi. Sebenarnya hari Minggu itu deadline saya hanya satu dan saya yakin bisa menyelesaikannya sebelum tengah...
Pekerjaan menerjemahkan memang menyenangkan, salah satunya karena bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Seperti saya yang belakangan ini harus lebih sering mengantar anak les bimbingan belajar untuk persiapan UAS dan UAN yang tinggal menghitung hari. Mulai les pukul 15.00 sampai dengan pukul 17.00. Kalau saya hanya mengantar kemudian balik pulang, maka saya hanya buang-buang waktu di jalan, sebab begitu sampai rumah, beberapa menit kemudian harus balik jemput lagi. Belum lagi jalanan yang macet. Jadi, saya...
Akhirnya, selesai juga saya membaca novel The Lost Symbol ini yang sudah sangat lama saya inginkan, tetapi belum kesampaian karena ada pekerjaan yang lebih mendesak. Nah, begitu ada waktu saya langsung 'melahapnya'. Novel setebal 712 halaman karya Dan Brown ketiga dengan tokoh Robert Langdon ini begitu memikat saya. Salah satu faktor yang membuat saya agak lama menyelesaikan membacanya karena saya berlama-lama menikmati setiap kata dan setiap kalimatnya. Bahkan kalau ada yang kurang saya pahami, saya akan membacanya...
Sebagai orang yang baru mulai memasuki dunia penerjemahan secara profesional, saya belum tahu terlalu banyak tentang etika penerjemahan. Ketidaktahuan itu membuat saya berhati-hati dalam bertindak. Apalagi yang berhubungan dengan editor dan penerbit. Maklumlah, sebelum ini saya lebih banyak menerjemahkan modul-modul kuliah mahasiswa pascasarjana, yang notabene saya bertatap muka langsung dengan klien, dan hampir semuanya saya kenal cukup dekat, karena sebagian besar tetangga di kompleks perumahan saya. Kalau pun...
Setelah selama ini hanya menerjemahkan modul-modul kuliah untuk mahasiswa pascasarjana dan dokumen-dokumen pendek seperti surat perjanjian kontrak, atau pun surat penawaran, dan juga abstrak untuk tesis, akhir bulan Februari kemarin mendapat kesempatan untuk menerjemahkan sebuah novel. Setelah melalui test, saya dinyatakan lulus untuk menerjemahkan sebuah novel yang bergenre thriller detektif. Walaupun saya menyukai hampir semua jenis bacaan, tapi mendapatkan novel dengan genre seperti ini terus terang membuat saya...
Hari Minggu kemarin ini, saya "ditodong" lagi, menerjemahkan sebuah dokumen surat perjanjian, dengan tenggat waktu yang sangat pendek (pendek menurut saya karena belum begitu lama masuk ke dunia penerjemahan) dan lagi-lagi saya tidak kuasa menolak. Seorang bapak, dan saya kenal baik dengan istrinya, inilah penyebab utama saya tidak bisa menolak. Istrinya mantan murid privat saya dan saya pernah diminta me-review tesisnya saat dia mencari gelar Master Pendidikan. Dan, si bapak ini datangnya menjelang sore, minta terjemahannya...
Saya sudah memilih dan memutuskan untuk masuk ke dunia penerjemahan dengan serius dan menjadikan penerjemah sebagai sebuah profesi. Sebuah dunia yang saya impikan sejak remaja dan baru-baru ini saja menemukan jalannya. Khususnya sebagai penerjemah buku/novel. Yang lebih menggembirakan, setelah bergabung dengan milis Bahtera, yaitu sebuah milis tentang Bahasa dan Terjemahan, wawasan saya makin bertambah dan teman-teman pun bertambah pula. Bagi saya teman dan sahabat sangat berarti. Mereka begitu baik dan siap membantu...
Malam itu saya sedang asyik di depan laptop, fokus dan konsentrasi tinggi, karena harus menerjemahkan sebuah puisi klasik yang merupakan bagian dari novel yang sedang saya terjemahkan. Puisi klasik karya John Donne ini betul-betul memeras pikiran. Dan puisinya bukan hanya satu, tapi ada beberapa puisi klasik. Masalahnya saya sama sekali tidak "nyastra", tidak punya jiwa sastrawan, kurang puitis. Ketika tiba-tiba anak saya berteriak dari depan komputernya, menanyakan sesuatu. "Bu, apa bahasa Inggrisnya 'sadis'?" Saya...
Menunggu memang membosankan. Seperti siang tadi ketika saya membayar pajak di Bank, kemudian menyetorkan laporannya ke Kantor Pajak, tidak pernah tidak ngantri. Biasanya selalu ada sebuah buku di dalam tas saya agar ada yang dibaca untuk mengantisipasi situasi seperti ini. Tapi hari ini, karena ganti tas dan tadi agak terburu-buru saya tidak mengecek apakah masih ada buku di dalam tas saya. Ternyata tidak ada. Mata saya jelalatan ke sekeliling ruangan mencari sesuatu untuk dibaca. Biasanya ada beberapa koran di pojok...