Lost in Translation

  • Home
  • Contact Me
  • About Me
    • Edit
    • Delete
    • Tags
    • Autopost

    Saya bukan Transcriptionist

    Sore itu saya baru saja pulang kantor dan hendak mandi ketika suami
    memanggil saya dan mengatakan ada seseorang yang mencari saya. Ternyata
    tetangga sebelah yang bekerja di Kantor Kehakiman. Kedatangannya
    sore itu menemui saya karena hendak menerjemahkan sesuatu. Saat itu
    kira-kira pukul 18.00. Tadinya saya kira dia akan memberikan saya data
    yang akan diterjemahkan berupa print out karena saya lihat dia
    memegang kertas. Ternyata saya salah, karena kertas itu hanyalah
    pembungkus dari sebuah benda. "Ohh...flashdisk", pikir saya, berarti
    datanya berupa file softcopy. Eh...saya salah, bukan flashdisk, tapi
    kaset!

    "Bu...ini ada rekaman wawancara dalam bahasa Inggris, tolong
    diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Saya harus membuat laporan tentang
    isi wawancara ini dan besok pagi harus sudah saya serahkan ke atasan
    saya"

    Saya cukup kaget mendengar ucapannya, karena selama ini sebagai
    penerjemah pemula yang saya terjemahkan adalah teks tertulis bukan
    suara, apalagi sebuah rekaman.

    "Pak, selama ini saya hanya menerjemahkan teks tertulis, belum pernah
    menerjemahkan rekaman suara", saya berusaha menjelaskan.

    "Tolonglah saya, saya harus menyerahkan laporan ini besok. Ini penting
    sekali." Dia mendesak dengan nada memelas. Berkali-kali. Dan kelemahan
    saya yang paling besar adalah tidak kuasa menolak orang yang minta
    tolong.

    "Baik, pak, saya akan berusaha tetapi saya tidak berjanji pasti bisa.
    Saya akan dengarkan dulu, kalau ternyata suaranya cukup jelas, saya
    akan coba menerjemahkan."

    Kendala berikutnya adalah tape untuk memutar kaset itu. Saya tidak
    punya tape, hanya ada VCD/DVD player, dan dia sendiri juga tidak
    punya. Bapak itu kemudian menelpon seseorang untuk meminjam tape, dan
    akhirnya datanglah seseorang menenteng tape compo.
    Saya sudah mikir, wah...alamat begadang sampai pagi nih, karena kaset
    2 sisi itu berdurasi 2 x 30 menit. Tapi melihat tampilan tape itu yang
    nampaknya cukup usang...saya tidak yakin tape itu bisa berfungsi
    dengan baik.

    Dan benar saja, setelah dicoba, suara yang keluar sama sekali tidak
    jelas, Yang terdengar hanya suara gaduh, apakah kasetnya yang rusak
    atau tapenya. Entahlah, yang jelas sudah dicoba berulang-ulang tetap
    tidak mau. Dia nampak kebingungan dan agak panik. Akhirnya saya
    jelaskan bahwa saya tidak mungkin bisa menerjemahkan isi kaset itu.
    Bagaimana bisa, didengarkan saja tidak bisa.

    Tapi terlepas dari itu semua, saya cukup bersyukur tape itu rusak.
    Karena saya tidak yakin bisa menerjemahkan isi kaset itu dalam
    semalam. Apalagi saya belum pernah menerjemahkan suara. Sementara
    orang itu mendesak saya harus bisa, dan saya tidak bisa berkata tidak.
    Di tengah situasi itu, rupanya ada faktor X yg ikut bermain, sehingga
    saya tidak perlu melakukan penolakan dan juga tidak perlu begadang
    sampai pagi.
    (Mata kuliah Listening sampai sekarang pun belum saya ambil, karena
    merasa "telinga saya belum siap". :-)

    Tags » Bahasa dan Terjemahan Translate
    • 28 September 2010
    • Views
    • Permalink
    • Tweet
    • 0 responses
    • Like
    • Comment
  • Desak Pusparini's Space

    Contributed by Desak Pusparini

    • Contributors
    • Dewa Indrayana Desak Pusparini Indra Eni
  • About Desak Pusparini

    seorang ibu yang gemar membaca dan menulis

  • Subscribe via RSS

    Archive

    2012 (9)
    May (2)
    March (3)
    February (3)
    January (1)
    2011 (30)
    December (4)
    November (2)
    October (3)
    August (1)
    July (2)
    June (3)
    May (7)
    April (2)
    February (4)
    January (2)
    2010 (24)
    December (1)
    November (2)
    October (3)
    September (5)
    August (1)
    July (1)
    June (1)
    May (1)
    April (2)
    March (7)
  • My Links

    • My Daughter
    • Familio
    • Me and Friends
    • Bahtera - Bahasa dan terjemahan Indonesia - Asah, asih, asuh
    • nan tak (kalah) penting
    • Web Sweet Web | Kolektor Singa Mati

    Follow Me

      TwitterFacebook

Theme created for Posterous by Obox