To-kill-a-mocking-birdNovelheartstopper

Ada dua novel di rumah yang belum sempat saya baca yaitu Heartstopper (Pencuri Hati), karangan Joy Fielding, yang diterjemahkan oleh Ingrid Dwijani Nimpoeno. Satu lagi novel To Kill a Mockingbird, karya Harper Lee, penerjemahnya Femmy Syahrani. Sebenarnya ingin sekali segera menyelesaikan kedua novel tersebut, sayangnya, selalu terbentur pekerjaan yang harus diutamakan.

Sebagai penerjemah yang belum begitu lama memasuki dunia penerjemahan novel, saya ingin sekali membaca novel-novel yang diterjemahkan oleh para penerjemah senior. Dulu, sebelum memasuki dunia penerjemahan, saya tidak pernah ngeh,  siapa penerjemahnya. Saya hanya membaca dan menikmatinya saja. Tetapi sekarang, setiap membaca novel terjemahan saya pasti melihat dulu siapa penerjemahnya. Sebagian nama-nama penerjemah senior ini saya kenali di Milis Bahtera (Walaupun hanya kenal nama saja).

Satu lagi, dulu, kalau saya membaca novel hanya ingin menikmati ceritanya.  Sekarang, disamping menikmati ceritanya, saya juga mempelajari terjemahannya dan memperhatikan kosakata baru yang digunakan dalam terjemahan itu. Selalu ada pelajaran yang bisa saya petik dari novel-novel.

Akhirnya, kedua novel ini bisa saya selesaikan, sambil menunggui anak yang sedang mengikuti ujian tulis masuk perguruan tinggi. Menunggu berjam-jam tidak lagi membosankan kalau ada novel di tangan.