Sejak tayangnya blog saya ini, saya menerima beberapa email dari ibu-ibu yang mengatakan betapa senangnya mereka membaca blog ini, yang katanya inspiratif banget. Aduh, saya jadi sedikit tersanjung. Karena biasanya sayalah yang terinspirasi oleh beberapa blog yang saya kunjungi. Tapi saya bersyukur kalau ternyata blog ini sangat inspiratif dan bermanfaat bagi mereka. Pada umumnya para ibu tersebut menanyakan bagaimana caranya kuliah di UT (karena ada beberapa postingan saya yang bercerita tentang UT). Mereka ingin kuliah lagi tapi tidak bisa mengikuti kuliah reguler karena kesibukannya mengurus rumah, suami dan anak-anaknya. Klasik, tipikal ibu rumah tangga murni 🙂

Saya pun dengan senang hati menjelaskan kepada mereka, bagaimana sistem perkuliahan di UT dan bagaimana cara pendaftarannya. Untuk jelasnya, saya juga memberikan alamat situs resmi UT di www.ut.ac.id. Wah, kalau saja UT memakai sistem multi level marketing, barangkali saya sudah mendapatkan banyak bonus, hehehe.

Pertanyaan lain yang sering saya terima adalah tentang penerjemahan, yang sesuai dengan tema blog ini,  seperti email terakhir yang baru saja saya terima dari seorang ibu, yang sekaligus diikuti dengan permintaan pertemanan di Facebook. Rupanya ibu ini menemukan blog saya secara tidak sengaja dan merasa sangat tertarik dengan isinya. Ibu ini juga ingin mendalami dunia penerjemahan. Saya sebenarnya termasuk ‘anak kemarin sore’ dalam dunia penerjemahan dibandingkan dengan para senior, walaupun secara umur saya tidak bisa dibilang ‘anak kemarin sore.’ 😀

Saya dengan senang hati juga membagi apa yang saya ketahui dan yang saya alami selama ini. Saya jadi ingat, dulu di awal-awal memasuki dunia penerjemahan dengan pengalaman yang sangat minim, bahkan bisa dibilang nol, saya banyak ‘mengganggu’ para senior dengan berbagai pertanyaan. Sekarang giliran saya, dan dengan senang hati pula ‘diganggu’ seperti itu. 🙂

Bukankah hidup ini bagai sebuah lingkaran yang selalu berputar?