Biogreen Science adalah sebuah perusahaan jaringan yang sedang berkembang pesat, dan kini merambah ke bisnis baru yaitu Cinema Mall. Sebenarnya Cinema Mall adalah perusahaan kesepuluh dari Bapak Larry Widjaja.  Biogreen sendiri adalah perusahaannya yang kesembilan. Tetapi Bapak Larry merancang sedemikian rupa agar para member Biogreen bisa ikut memiliki Cinema Mall yang diberi nama KOTA Cinema Mall, atau disingkat KOTA Cinemall. KOTA sendiri merupakan singkatan dari Komunitas Kita.

Rencananya KOTA Cinemall akan dibangun di beberapa daerah di seluruh Indonesia secara bertahap.

Untuk itu Biogreen Science meluncurkan program Bravo dengan maksud memberi peluang bagi para member dan atau calon member untuk ikut memiliki saham di banyak Cinema Mall yang akan segera dibangun.

Sebuah perusahaan akan bisa maju kalau memiliki visi dan misi yang jelas serta terukur. Begitu juga KOTA Cinemall ini. Adapun visi misinya adalah:

Visi:  menjadi jaringan bioskop terbesar dalam mewujudkan hiburan modern berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Misi: menghadirkan tempat hiburan yang layak, nyaman, dan terjangkau dari segi jarak, waktu dan biaya bagi masyarakat luas.

Kenapa Bapak Larry mencanangkan visi misi seperti itu? Karena beliau percaya semua orang berhak untuk menikmati hiburan berkualitas bersama dengan orang-orang terdekat mereka.

Konsepnya, KOTA Cinemall ini bukan sekadar Cinema tapi sebuah konsep yang menggabungkan gedung bioskop, pujasera, arena bermain anak-anak, panggung serba guna yang bisa dipakai sebagai tempat penyelenggaraan berbagai event termasuk pentas musik, juga  area terbuka dalam satu lokasi.  Sesuai dengan namanya, Komunitas Kita (KOTA), yaitu sebagai community center, yang akan menjadi tempat kita hang out atau tempat nongkrong, tempat bertemu teman-teman, tempat ngobrolin bisnis, dan lainnya.

Lalu apa yang melatarbelakangi lahirnya KOTA Cinemall ini?

Bapak Larry yang juga memiliki sebuah rumah produksi film, menyadari betul bahwa Indonesia masih sangat kekurangan bioskop terutama di daerah-daerah. Sedangkan bioskop sendiri merupakan hiburan paling murah yang bisa dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.

Survei terakhir menunjukkan jumlah bioskop di Indonesia baru ada 218 dengan total jumlah layar 1.118 buah. Dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, jumlah layar ini masih sangat minim. Mestinya jumlah ideal untuk populasi seperti di Indonesia berkisar antara 9000 – 15000 layar seperti yang dikatakan oleh Endah Wahyu Sulistianti,  Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Badan Ekonomi Kreatif.  Dengan adanya penambahan jumlah layar akan bisa mendorong peningkatan jumlah produksi film nasional yang tentu sangat berdampak pada perekonomian Indonesia.

Karena itulah pemerintah menggalakkan investasi di bidang perfilman dengan mengundang investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Pemerintah menargetkan pada tahun 2019 bisa tercapai jumlah layar sebanyak 4000 buah.

Dari sini Bapak Larry  melihat  peluang bahwa jaringan bioskop KOTA Cinemall akan berkembang pesat karena sejalan dengan program pemerintah. Beliau menggandeng para member Biogreen Science untuk berinvestasi di KOTA Cinemall dengan keuntungan yang cukup besar bagi para membernya.

KOTA Cinemall pertama sudah beroperasi per 1 Juni 2017 kemarin yaitu yang berlokasi di Jati Asih, Bekasi, yang memiliki dua studio dengan masing-masing  berkapasitas 112 kursi. Tata suara dan proyektornya menggunakan teknologi yang paling mutakhir. Walau demikian, harga tiketnya tetap sangat terjangkau karena merujuk pada visi misi di atas, yaitu, hari Senin sampai Kamis harga tiket Rp25.000, hari Jumat  harga tiket Rp.30.000, sedangkan hari Sabtu, Minggu dan libur nasional harga tiket Rp.40.000.

Setelah Cinemall Jati Asih, masih akan banyak lagi dibangun Cinemall di kota-kota lainnya di seluruh Indonesia. Pastikan Anda bisa menjadi salah satu pemilik sahamnya. Caranya? Gampaangg. Sila kontak saya. 😀