Launching PPMPostingan ini masih berhubungan dengan acara seminar tgl 20 April 2013 tempo hari di Universitas Warmadewa (Unwar).  Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya, pada hari itu juga diadakan peluncuran Buku Bahtera 3 yang diberi judul Pesona Penyingkap Makna (PPM). Judul yang sungguh manis dan puitis.

Ibu Sofia Mansoor sebagai salah satu editor buku PPM (bersama Ibu Maria E. Sundah) menceritakan sedikit tentang buku itu dan latar belakang ditulisnya buku tersebut. Saya termasuk salah satu penulis yang menyumbangkan dua tulisan di sana.

Sebagai salah satu penulis yang kebetulan hadir di acara tersebut, saya kemudian didaulat oleh Ibu Anna (yang mendampingi Ibu Sofia saat peluncuran buku itu),  untuk bercerita sedikit tentang tulisan saya dan mengapa tertarik menyumbang tulisan di sana.  Saya pun berbicara sebentar. Setelah acara peluncuran selesai, para peserta seminar yang ingin memiliki buku tersebut dipersilakan untuk membelinya di tempat yang telah disediakan. Para peserta langsung menyerbu. Tentu saja tidak semua kebagian karena buku PPM yang dibawa dari Bandung oleh Ibu Sofia tidak banyak. Jadi, yang belum kebagian bisa memesan dan akan dikirim via pos.

Di luar dugaan, saya juga “diserbu” oleh beberapa teman. Untuk apa? Untuk minta tanda tangan! Mereka minta supaya saya membubuhkan tanda tangan di buku mereka, di halaman artikel yang saya tulis. Waw, ada rasa malu, karena saya merasa bukan siapa-siapa.  Sempat ingin menolak karena malu, tapi akhirnya mau juga setelah setengah dipaksa. Sungguh, tadinya saya menolak bukan karena apa, tapi semata-mata karena malu saja. Merasa belum layak mendapat perlakuan seperti itu. 😀

Tapi, di satu sisi, hal itu membuat saya makin semangat menulis. Rasanya ingin segera menuntaskan novel yang sedang saya tulis, yang terbengkalai karena terdesak oleh kegiatan lain yang lebih urgen. Jadi mengkhayal, gimana ya… kalau novel saya benar-benar sudah selesai, sudah terbit dan ternyata disukai khalayak pembaca? Hm, pasti saya merasa bak Dewi “Dee” Lestari. 😉 *Boleh dong bermimpi* 😛