Contributed by Desak Pusparini
Malam itu saya sedang asyik di depan laptop, fokus dan konsentrasi
tinggi, karena harus menerjemahkan sebuah puisi klasik yang merupakan
bagian dari novel yang sedang saya terjemahkan. Puisi klasik karya
John Donne ini betul-betul memeras pikiran. Dan puisinya bukan hanya
satu, tapi ada beberapa puisi klasik. Masalahnya saya sama sekali
tidak "nyastra", tidak punya jiwa sastrawan, kurang puitis. Ketika
tiba-tiba anak saya berteriak dari depan komputernya, menanyakan
sesuatu.
"Bu, apa bahasa Inggrisnya 'sadis'?"
Saya jawab, "Sadist, terrific."
"Bagaimana penulisannya?"
Saya pun mengejanya, huruf demi huruf, dengan pandangan masih tetap ke
layar laptop, seakan-akan takut tulisan yang ada di layar akan hilang.
Hening sejenak, hanya ada alunan lagu dari Michael Jackson, ketika
anak saya berteriak lagi menanyakan sesuatu.
Tanpa mendengar jelas apa yang ditanyakan, masih dengan tatapan ke
layar laptop, saya langsung menjawab, "Ibu ngga tahu, coba aja cari
sendiri di kamus."
Seperti tidak terima dengan jawaban saya, dia menjawab, "Ih, ibu kan
penerjemah, kuliah di jurusan penerjemahan pula, masa ngga tahu sih??"
"Eh, ibu ini penerjemah, bukan kamus hidup lho. Lagian usaha dong, ada
internet, ada begitu banyak kamus online di internet. Kan ibu sudah
kasih tahu alamat situsnya. Ibu lagi stress nih,"
Saya langsung teringat dengan sebuah kalimat yang saya dengar di milis
Bahtera, entah siapa yang mengucapkan pertama kali. I am a translator,
not a walking dictionary.
Benar juga. Penerjemah tetaplah manusia biasa dengan segala
keterbatasannya, bukan sebuah kamus berjalan.
Saya pun melanjutkan pekerjaan. Sambil sesekali melirik anak yang
posisinya agak jauh di depan saya. Rupanya dia sedang mengerjakan
tugas sekolah, tugas menerjemahkan tapi bukan tugas sekolahnya
sendiri, melainkan tugas temannya, teman lain sekolah. Rajin amat anak
saya. Alasannya, dia kasihan ama temannya yang alergi dengan
pelajaran Bahasa Inggris. Di samping itu, dia bilang, dia suka
menerjemahkan. Wah, mulai ketularan nih.
"Kalau gitu, besok-besok bantuin ibu aja yaa.