Lost in Translation

  • Home
  • Contact Me
  • About Me
    • Edit
    • Delete
    • Tags
    • Autopost

    Ah, masa ibu ngga tahu sih??

    Malam itu saya sedang asyik di depan laptop, fokus dan konsentrasi
    tinggi, karena harus menerjemahkan sebuah puisi klasik yang merupakan
    bagian dari novel yang sedang saya terjemahkan. Puisi klasik karya
    John Donne ini betul-betul memeras pikiran. Dan puisinya bukan hanya
    satu, tapi ada beberapa puisi klasik. Masalahnya saya sama sekali
    tidak "nyastra", tidak punya jiwa sastrawan, kurang puitis. Ketika
    tiba-tiba anak saya berteriak dari depan komputernya, menanyakan
    sesuatu.
    "Bu, apa bahasa Inggrisnya 'sadis'?"
    Saya jawab, "Sadist, terrific."
    "Bagaimana penulisannya?"
    Saya pun mengejanya, huruf demi huruf, dengan pandangan masih tetap ke
    layar laptop, seakan-akan takut tulisan yang ada di layar akan hilang.
    Hening sejenak, hanya ada alunan lagu dari Michael Jackson, ketika
    anak saya berteriak lagi menanyakan sesuatu.
    Tanpa mendengar jelas apa yang ditanyakan, masih dengan tatapan ke
    layar laptop, saya langsung menjawab, "Ibu ngga tahu, coba aja cari
    sendiri di kamus."
    Seperti tidak terima dengan jawaban saya, dia menjawab, "Ih, ibu kan
    penerjemah, kuliah di jurusan penerjemahan pula, masa ngga tahu sih??"
    "Eh, ibu ini penerjemah, bukan kamus hidup lho. Lagian usaha dong, ada
    internet, ada begitu banyak kamus online di internet. Kan ibu sudah
    kasih tahu alamat situsnya. Ibu lagi stress nih,"
    Saya langsung teringat dengan sebuah kalimat yang saya dengar di milis
    Bahtera, entah siapa yang mengucapkan pertama kali. I am a translator,
    not a walking dictionary.
    Benar juga. Penerjemah tetaplah manusia biasa dengan segala
    keterbatasannya, bukan sebuah kamus berjalan.
    Saya pun melanjutkan pekerjaan. Sambil sesekali melirik anak yang
    posisinya agak jauh di depan saya. Rupanya dia sedang mengerjakan
    tugas sekolah, tugas menerjemahkan tapi bukan tugas sekolahnya
    sendiri, melainkan tugas temannya, teman lain sekolah. Rajin amat anak
    saya. Alasannya, dia kasihan ama temannya yang alergi dengan
    pelajaran Bahasa Inggris. Di samping itu, dia bilang, dia suka
    menerjemahkan. Wah, mulai ketularan nih.
    "Kalau gitu, besok-besok bantuin ibu aja yaa.

    Tags » Bahasa dan Terjemahan Translate
    • 29 April 2011
    • Views
    • Permalink
    • Tweet
    • 8 responses
    • Like
    • Comment
    about 1 year ago Rini Nurul Badariah responded:
    Hahaha, betul...kata yang sudah kita kenal dan hafal saja bisa terlupa kalau sedang 'korslet', apalagi yang belum pernah. Dan kalau penerjemah itu kamus berjalan, kamus cetak yang sudah beredar tak perlu diperbarui lagi dong:))
    about 1 year ago Desak Pusparini responded:
    Desak Pusparini
    Bener, Mbak Rini. Kalau sedang "korslet", ingatan bisa blank tiba-tiba, hehehe.
    Btw, makasih udah mampir, Mbak :-)
    about 1 year ago selviya hanna responded:
    Menarik sekali, Mbak Desak :) Keren, aku suka artikel2 di situs ini :D
    about 1 year ago Desak Pusparini responded:
    Desak Pusparini
    Mbak Selvy, terima kasih sudah mampir ke sini :-). Blog ini sebagai wadah saya untuk menulis dan menuangkan pengalaman saya sebagai penerjemah (pemula), juga latihan menulis :D
    12 months ago Ahnan Alex responded:
    Walah dalah..ternyata bu guru to :D
    12 months ago Desak Pusparini responded:
    Desak Pusparini
    Mas Ahnan, walah dalah...bu guru itu temennya pak guru kan? :D
    12 months ago Ahnan Alex responded:
    The difference is only one. I am the one who failed and you are the one who succeeds. Go Guru!!! :D
    12 months ago Desak Pusparini responded:
    Desak Pusparini
    Mas Ahnan, saya bukan guru formal lho, saya hanya guru privat komputer, yang lebih ke problem solving, maksudnya apa yg dipelajari disesuaikan dengan kebutuhan si murid, begitu :-).
    Mas Ahnan berhenti jadi guru (bukan krn gagal), tapi karena memilih untuk jadi penerjemah...dan ternyata sukses rrrruarrrrrrrrrrr biasa :D
  • Desak Pusparini's Space

    Contributed by Desak Pusparini

    • Contributors
    • Dewa Indrayana Desak Pusparini Indra Eni
  • About Desak Pusparini

    seorang ibu yang gemar membaca dan menulis

  • Subscribe via RSS

    Archive

    2012 (9)
    May (2)
    March (3)
    February (3)
    January (1)
    2011 (30)
    December (4)
    November (2)
    October (3)
    August (1)
    July (2)
    June (3)
    May (7)
    April (2)
    February (4)
    January (2)
    2010 (24)
    December (1)
    November (2)
    October (3)
    September (5)
    August (1)
    July (1)
    June (1)
    May (1)
    April (2)
    March (7)
  • My Links

    • My Daughter
    • Familio
    • Me and Friends
    • Bahtera - Bahasa dan terjemahan Indonesia - Asah, asih, asuh
    • nan tak (kalah) penting
    • Web Sweet Web | Kolektor Singa Mati

    Follow Me

      TwitterFacebook

Theme created for Posterous by Obox