All The Pretty Girls, sebuah novel suspense, thriller dengan sedikit bumbu roman yang manis. Begitu banyak adegan yang menegangkan dan mencekam. Bagaimana para penegak hukum berpacu dengan waktu untuk menghentikan pembunuhan berantai dan berusaha keras mencegah adanya korban-korban berikutnya.  Tokoh penjahat di novel ini dijuluki Si Pencekik dari Selatan karena semua korban dibunuh dengan mencekiknya, dan semua korbannya adalah wanita-wanita cantik dengan ciri-ciri tertentu.

Unsur roman juga terselip di novel ini karena dua tokoh utamanya yaitu Taylor Jackson, seorang Letnan Divisi Pembunuhan dari Kepolisian Kota Nashville, mempunyai hubungan cinta dengan Dr. John Baldwin, seorang profiler FBI. Dalam novel ini dikisahkan kedua orang tersebut sebenarnya sudah menjalin cinta sebelum mereka menangani kasus pembunuhan ini. Tetapi Taylor terpaksa menyembunyikan hubungan cinta mereka di depan rekan-rekannya karena ia takut dinilai yang tidak-tidak oleh mereka. Masalahnya, pada saat penanganan kasus tersebut, pihak Kepolisian Kota Nashville sempat merasa tidak senang dengan ikut campurnya petugas FBI di wilayah mereka. Mereka merasa, untuk apa FBI ikut campur menangani kasus ini, bukankah ini hanya kasus pembunuhan biasa, lalu kenapa FBI mesti turun tangan? Mereka merasa sedikit “dilecehkan” dan merasa dianggap kurang mampu. Mereka belum tahu bahwa ini adalah kasus luar biasa yang mengharuskan FBI ikut campur.

Penggemar suspense dan thriller akan terpuaskan oleh novel ini. Alur cerita yang cukup cepat, banyak hal tak terduga, rincian yang sangat detail, sungguh membuat para pembaca akan terpacu dan penasaran.  Selama proses penerjemahan, saya beberapa kali mencoba menduga-duga siapa sebenarnya Si Pencekik ini dan apa motivasinya. Dan beberapa kali pula dugaan saya meleset, padahal sebelumnya, sebagai orang yang gemar membaca novel, dalam beberapa novel  saya berhasil menebak alurnya dan tokoh penjahatnya. Tapi kali ini saya gagal, karena penasaran, akhirnya saya menyelesaikan dulu membacanya sampai akhir setelah itu barulah lanjut menerjemahkan lagi.  Cukup mengagetkan, si tokoh penjahat adalah pria muda yang rupawan dengan senyum menawan. Sehingga ia begitu mudah menjerat para calon korbannya dengan senyum innocent dan wajah malaikatnya.

Tentang rincian yang begitu mendetail dalam novel ini tidaklah mengherankan. Sang penulis, JT.Ellison benar-benar mempersiapkan novelnya dengan sempurna. Melakukan riset yang tidak tanggung-tanggung, terjun langsung ke Kepolisian Kota Nashville dan mendapat bantuan sepenuhnya dari sana. Begitu juga dari FBI, sehingga membuat novel ini begitu hidup. Tidak heran kalau akhirnya JT.Ellison mendapatkan banyak penghargaan dan pujian dari para penulis terkenal lainnya.

All The Pretty Girls adalah buku pertama dari tujuh buku dengan tokoh utama Taylor Jackson. Buku lainnya yaitu: 14, Judas Kiss, The Cold Room, The Immortals, So Close The Hand of Death dan Where All The Dead Lie.

Penasaran dengan kisah lengkapnya? Dapatkan bukunya di toko-toko Gramedia terdekat. Dijamin tidak menyesal *promosi* 🙂